kembali ke atas

Kamis, 24 Januari 2019

MENGATASI KEMREKI DI KANDANG AYAM



Peternak atau pemelihara ayam pasti sudah mengenal istilah kemreki atau gurem, nama latinnya Ornithonyssus bursa. Kemreki biasa hidup dan berkembang di kandang ayam terutama pada saat ayam mulai mengerami telurnya ( bahasa Jawa angrem ). Disaat ayam mengerami inilah kemreki itu berkembang terutama di sekitar kandang tempat ayam mengerami telurnya. Kedatangannya tidak diketahui tapi perkembangannya sangat cepat. Bila tempat bertelur terbuat dari papan, maka kemreki ini akan menempel di papan dengan jumlah yang sangat banyak dan pasti sangat mengganggu, bagi ayam itu sendiri atau bagi pemilik ayam.

Akibat Perkembangan Kemreki 

Dengan perkembangan kemreki, pasti sangat mengganggu ayam itu sendiri maupun pemilik atau peternak. Ayam yang sedang mengerami akan terganggu dengan adanya binatang kemreki ini, ia akan hinggap juga di tubuh indukan sehingga pada saat mengerami telur bisa mengganggu ketenangan indukan ayam. Selain itu juga mengganggu pemilik ayam karena, dapat merambat dan terbang di badan pemilik ayam. Memang sangat mengganggu, dan kemreki ini juga tidak hanya berada di kandang ayam tapi juga beterbangan sampai masuk ke rumah. Jelas akan sangat mengganggu kenyamanan ayam yang sedang mengerami telurnya.

Cara Mengatasi

Menurut pengalaman saya, banyak cara untuk menghilangkan kemreki, namun yang paling mudah dan murah yaitu dengan kapur barus. Caranya kapur barus di hancurkan sehingga menjadi tepung, langsung ditaburkan di sekitar tempat ayam mengeram, atau disekitar kandang. Tepung kapur barus juga bisa ditaburkan langsung ke tubuh ayam, di sela-sela bulu, sehingga kemreki akan kabur dengan sendirinya. Kemreki hidup bergerombol dan langsung saja ditaburi bubuk kapur barus. Diamkan dan diulang kembali hari berikutnya. Sambil diamati bila masih ada maka ditaburi lagi dengan bubuk atau tepung kapur barus. Juga di tanah atau lantai sekitar kandang bisa ditaburi tepung kapur barus. Amati pada hari berikutnya, pasti kemreki itu akan hilang, dan ayam akan merasa nyaman di tempat mengerami telurnya. Anda bisa mencobanya dengan resep sederhana ini. Ada obat-obat lain yang dijual di toko peternakan, silakan anda bisa memilih untuk dicoba. 

Semoga Barmanfaat !

Sumber gambar :axefo.com

Kata kunci : kemreki





Kamis, 10 Januari 2019

MENEKAN KEMATIAN ANAKAN ENTOK

                                                                                                   

Setelah memelihara entok setahun lebih dengan dua kali penetasan, penetasan pertama dari lima indukan menetas sekitar 50 anakan dan penetasan kedua dengan 36 anakan entok. Angka kematian memang ada sungguhpun jumlahnya tidak tentu, bisa 10 % sampai 30 %, kematian ini  disebabkan karena beberapa hal antara lain: a. terlambat memberi makan/ kelaparan, b. kekurangan air minum/ dehidrasi, c. kedinginan atau terlalu panas, d. terinjak karena jumlahnya banyak, dan e.digigit tikus atau binatang lain dll. Untuk menekan  angka kematian anakan entok, perlu diantisipasi dengan beberapa langkah antara lain, pemberian makan tidak terlambat, biasanya terjadi malam hari pemberian makan terlambat atau karena berbagai kesibukaan, termasuk pemberian air minum usahakan agar tidak terlambat. Pemberian air minum dilakukan secara berkala dan setelah itu air minum diambil, sehingga tidak becek. Dulu waktu awal memelihara entok ada anggapan bahwa anakan entok tidak perlu di beri minum, supaya tidak kembung ternyata tidak demikian, minuman tetap diperlukan dalam batas tertentu supaya tidak kehausan.

Pada saat anakan usia 1 sampai 2 bulan perlu dikandangkan dalam box  supaya aman, perlu penghangat dengan lampu sekitar 5 W. Pemberian makanan secara khusus untuk anakan sesuai usia, yang bisa dibeli di toko penjual makanan ternak unggas. Karena nutrisi makanan sudah terjamin oleh pabrik untuk usia 1-2 bulan, sehingga pertumbuhan akan maksimal, dan napsu makan juga akan lebih baik. Dengan dikandangkan maka resiko terinjak oleh pemilik atau resiko dimangsa tikus  atau lainnya juga dapat dihindari. Setelah dua bulan anakan sudah bisa di lepas di luar kandang box dan bisa bergabung dengan anakan lain yang sudah lebih besar.Bila semuanya terpenuhi pasti angka kematian bisa ditekan bahkan tidak ada yang mati. Sekali menetas untuk 5 indukan dapat mencapai kisaran 40-50 ekor. Ini membutuhkan perawatan secara khusus, sehingga beternak entok memang betul-betul menjanjikan   bila ditangani secara sungguh-sungguh.

Menyiasati Biaya Pakan

Sebagai pemula  perlu banyak belajar melalui internet atau buku panduan, namun itu hanya sebagai referensi saja, karena yang didapatkan di internet belum tentu sama persis seperti yang diharapkan. pengalaman pasti hanya ditemukan dengan memelihara dan menekuni sehingga mendapatkan banyak pelajaran berguna.

Entok termasuk unggas yang rakus dan makanannya cukup banyak, bahkan banyak sekali. Ini  perlu disiasati dengan mencampurkan berbagai daunan seperti daun pepaya, kangkung, sisa sayuran dll. sebagai tambahan makanan. Harga katul dan dedak padi saat ini di tempat saya berkisar Rp 4.500 sampai Rp 5.000  perkilogram. Saya memberi makanan sebanyak 3 kali sehari, karena itu terasa berat bila setiap memberi makanan harus dengan dedak atau katul, saat ini entok yang saya pelihara sudah berjumlah kisaran 50 ekor usia menjelang dewasa 5-6 bulan, tiga bulan dan satu bulan. Sehingga makanannya cukup banyak, untuk makan 3 kali sehari, pagi siang dan sore.

Pemberian makan saya atur supaya biaya operasional tidak terlalu mahal, makanan disiasati dengan ampas tahu sebagai pokok yang kebetulan lebih murah, saya membeli hanya Rp 10.000. cukup untuk 9 kali makan. Sehingga tiap kali makan biaya sekitar Rp 1.000 untuk sekitar 50 ekor entok, lima kalkun dewasa dan 10 ekor ayam. Cukup murah bukan ? Sekali makan sekitar 10 kg ampas tahu ditambah sekitar 0,25 kg katul dan hijauan berupa daun pepaya yang dirajang kecil kecil sekitar 1-2 kg, ditambah EM 4 yang sudah dicampur dengan air, larutan Tetes Tebu, garam dan jus kunyit dan temulawak. Bahan makanan dicampur sampai rata betul baru diberikan  pada entok, cukup lahap dan menyenangkan. Barangkali Anda punya pengalaman silakan share agar bermanfaat bagi peternak pemula.

Semoga Bermanfaat !

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Redesign by Yulianto | Bloggerized by - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost