kembali ke atas

Sabtu, 11 Agustus 2018

BETERNAK ENTOK PELUANG YANG MENJANJIKAN

Itik serati, atau itik surati, entok, entog, atau mentok, ada yang menyebut itik manila, dalam bahasa Latin disebut (Cairina moschata). Entok, atau mentok dalam bahasa Banyumas disebut enthog ( huruf g jelas ) adalah sebangsa burung atau unggas bangsa bebek/ itik yang dipelihara untuk diambil daging atau telurnya. Asalnya dari Mexiko, unggas ini senang hidup di rawa-rawa di persawahan, di daerah yang dialiri air atau di daerah yang berair. Karena di daerah persawahan juga banyak makanan untuk entok, misalnya keong emas yang  mengganggu petani, menjadi makanan bagi entok, atau sisa panen padi atau palawija, sejenis kacang-kacangan dan yang lain.

Entok pandai terbang, tetapi tidak pernah terbang jauh, kebiasaannya hidup bergerombol bersama kelompoknya, jalannya lambat dan bergoyang ( Jawa : megal-megol ), sehingga terkesan lucu. Pada umumnya entok tidak banyak suara, hanya mendesis bila berjalan bagi indukan, dan pejantan sambil mendesis agak keras dengan menjulurkan kepalanya. Berbeda dengan itik atau bebek, bila diberi makan sambil mengeluarkan suara sehingga terkesan sangat gaduh. Karena itu banyak yang terganggu bila ada tetangga yang memelihara bebek atau itik.

Populasinya Cepat

Belum banyak yang menekuni memelihara entok, umumnya entok dipelihara hanya sambilan saja sebagai unggas piaraan. Karena makanannya cukup mudah, sisa nasi, bekatul atau dedak padi, sisa sayur atau sayuran bahkan sisa-sisa makanan, entok ini mau memakannya. Bagi yang sudah terbiasa memelihara entok  akan terus berlanjut untuk memeliharanya.

Di kecamatan Sumpiuh Banyumas, pasti yang pernah berkendaraan dari Yogyakata ke arah Bandung atau Purwokerto akan melewati Sumpiuh. Daerah ini menyajikan menu khusus sebagai ciri khas kuliner berupa “ rica-rica entog “, menu khusus ini di populerkan oleh Camat Sumpiuh Bapak Abdul Kudus. Di daerah Banyumas para peternak entok tidak akan kehilangan pasar, karena rica-rica entok ini selalu membutuhkan pasokan entok.

Beternak entok terutama untuk diambil dagingnya, sungguhpun telurnya juga banyak. Tanpa pejantan entok dapat bertelur dan jumlahnya diatas 10 butir dan tidak bisa menetas hanya untuk konsumsi. Sampai saat ini telur entok belum banyak yang dipasarkan, dibanding dengan telur bebek.

Bila menginginkan agar entok berkembang cepat, dibutuhkan pejantan. Satu pejantan bisa melayani 4-5 ekor betina bahkan lebih. Saya mencoba memelihara entok dengan 5  indukan dan 1 pejantan. Semula tidak ada pejantan, tetapi telurnya cukup banyak dari 5 indukan rata-rata bertelur 10 butir bahkan lebih perekor. Karena masih pemula sehingga belum bisa membedakan pejantan dan indukan, setelah bertelur ditunggu sesuai batas waktu mengerami yaitu 36 hari ternyata tidak menetas.

Akhirnya saya mencari pejantan yang unggul, badannya besar dan dewasa saat itu harganya Rp 150.000. Begitu pejantan datang sambil menunggu orientasi beberapa saat dan hari itu juga langsung kawin, bukan hanya sekali bisa sampai beberapa kali dari lima indukan itu. Dalam jangka waktu beberapa minggu dari 5 indukan semuanya bertelur di ruangan kolong bawah tumpukan kayu bakar. Berapa jumlah telurnya juga tidak tahu. Saat mulai mengerami telurnya saya catat. Setelah 36 hari mengeram, entog itu menetas bersamaan dari lima indukan, jumlahnya ada 50 ekor.


Peluang yang Menjanjikan

Karena itu beternak entok merupakan peluang yang menjanjikan, karena perkembangannya cukup cepat, dan ternak ini kebal akan penyakit, apalagi bila makanan dan minumannya dapat dicampur dengan herbal buatan sendiri, mudah dan murah. Cukup dengan kunyit, temu lawak, jahe yang diblender dan airnya untuk campuran makanan dan minuman, pasti entok akan sehat. Cara pembuatan ramuan herbal akan saya buat artikel tersendiri. Yang pasti perkembangan entok memang cukup cepat, makanannya cukup mudah, selain dedak padi, bisa dicampur dengan ampas tahu atau roti afkiran, rajangan hijauan daun singkong, sisa sayuran atau daun pepaya. ditambah ramuan herbal. Pengalaman saya makanan yang diberikan tidak pernah tersisa, dan habis tidak terisa. Pemberian makanan bisa 2 atau 3 kali sehari, pagi siang dan sore, bila cukup kenyang bisa hanya 2 kali sehari padi dan sore menjelang masuk kandang. Karena entok suka hidup diair, maka perlu dibuatkan tempa tuntuk berenang, misalnya kolam kecil dari pasangan batu-bata atau dengan terpal sekalian untuk mandi, hanya airnya perlu diganti atau dengan air kran yang terus mengalir, selain itu juga perlu disiapkan tempat minum tersendiri yang sudah dicampur dengan amuan herbal buatan sendiri.

Semoga bermanfaat !



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Redesign by Yulianto | Bloggerized by - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost